Neneng Fauziah Resmi Pimpin PANI Purwakarta, Siap Gencarkan Edukasi Anti Narkoba Hingga Pelosok Desa
PURWAKARTA || Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Penggiat Anti Narkoba Indonesia (PANI) Kabupaten Purwakarta periode 2026–2031 resmi dikukuhkan dan dilantik dalam sebuah acara yang digelar di Aula Kantor Janaka, Purwakarta, Kamis (21/05/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Neneng Fauziah resmi terpilih dan dikukuhkan sebagai Ketua DPD PANI Kabupaten Purwakarta. Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah unsur Forkopimda, aparat penegak hukum, serta tamu undangan dari berbagai daerah.
Turut hadir dalam kegiatan itu perwakilan Kejaksaan Negeri beserta jajaran, Dandim, perwakilan Yon Armed, Kapolres, unsur Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang diwakili Rifaii S, Kanit Reskrim Polsek, serta pembina PANI Syahdian Purba SH.
Selain itu, hadir pula perwakilan DPW serta 10 DPD PANI dari sejumlah daerah di Jawa Barat seperti Kabupaten Subang, Karawang, Garut, Bandung Barat, dan Cimahi.
Ketua Umum DPP PANI, Dedi Ginanjar, dalam sambutannya menjelaskan bahwa organisasi PANI lahir di Cianjur pada 23 Juni 2016 sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap ancaman narkoba yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia.
“PANI lahir di Cianjur tanggal 23 Juni 2016. Belum sampai satu dekade, tetapi dengan semangat yang kuat kami sudah membentuk kepengurusan di beberapa provinsi dan kabupaten,” ujar Dedi Ginanjar.
Ia mengatakan, pembentukan PANI dilatarbelakangi keprihatinan terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba yang saat itu bahkan telah dinyatakan sebagai kondisi darurat narkoba oleh Presiden RI.
“Kenapa PANI dibentuk? Karena kita melihat persoalan narkoba di negeri ini sudah sangat mengkhawatirkan. Saat itu Presiden Jokowi juga menyatakan Indonesia darurat narkoba. Maka PANI hadir sebagai bentuk perwujudan kelompok masyarakat yang bergerak dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Menurut Dedi, PANI bergerak berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan berkomitmen membangun gerakan hingga ke akar rumput.
Ia menegaskan, langkah utama yang akan dilakukan PANI ke depan adalah memperluas edukasi dan penyuluhan secara masif kepada masyarakat, termasuk hingga ke wilayah pedesaan.
“Kami ingin menyampaikan edukasi sampai ke akar rumput. Masyarakat desa juga harus disentuh untuk mengetahui dampak buruk penyalahgunaan narkoba. Banyak masyarakat yang belum memahami bahayanya,” ucapnya.
Dedi juga menyoroti maraknya peredaran narkoba hingga ke pelosok daerah, termasuk narkoba golongan kecil maupun obat keras yang mulai mudah masuk ke lingkungan masyarakat.
“Peredaran narkoba bisa masuk karena ada kebutuhan dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang dampaknya. Maka langkah terbaik adalah penyuluhan dan edukasi secara masif,” tegasnya.
Ia berharap pelantikan pengurus PANI Purwakarta tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar melahirkan gerakan nyata di tengah masyarakat.
“Ini bukan kegiatan terakhir. Kita tidak boleh puas hanya dilantik dan didatangi pejabat. Setelah ini harus ada kerja nyata memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Dedi menambahkan, pihaknya juga akan fokus menyasar kalangan pelajar menjelang tahun ajaran baru melalui program penyuluhan ke sekolah-sekolah, desa, maupun kecamatan.
“Sekarang mau masuk tahun ajaran baru, akan banyak siswa baru. Ini menjadi fokus kami untuk bekerja sama dengan sekolah, desa, dan kecamatan dalam memberikan edukasi bahaya narkoba,” pungkasnya.
Reporter: Adul
Post a Comment for "Neneng Fauziah Resmi Pimpin PANI Purwakarta, Siap Gencarkan Edukasi Anti Narkoba Hingga Pelosok Desa"