Tradisi Seba Nunuk Masih Dilestarikan, Tomi Koesoema: Bentuk Syukur Hasil Panen dan “Ngindung” ka Talaga Manggung
MAJALENGKA || Tradisi budaya Seba Nunuk hingga kini masih terus dilestarikan masyarakat Talaga Manggung, Kabupaten Majalengka. Tradisi yang rutin digelar setiap tahun usai musim panen itu menjadi bagian dari rangkaian adat sebelum pelaksanaan ritual Nyiramkeun.
Tomi Koesoema menjelaskan, Seba Nunuk merupakan tradisi mengantarkan berbagai hasil bumi sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang diperoleh selama satu tahun.
“Biasanya masyarakat membawa hasil panen seperti padi, umbi-umbian, pisang, pete, dan berbagai hasil bumi lainnya yang sudah dipanen,” ujarnya.
Menurut Tomi, tradisi tersebut memiliki makna mendalam bagi masyarakat Talaga karena menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur sekaligus ungkapan syukur kepada Tuhan atas keberkahan hasil bumi.
Ia menuturkan, ciri khas dari tradisi Nunuk adalah adanya makna
“ngindung” ka Talaga Manggung, yakni kembali dan bersandar kepada sejarah serta nilai budaya leluhur Talaga Manggung yang selama ini diwariskan secara turun-temurun.
Seba Nunuk itu identik dengan ngindung ka Talaga Manggung. Jadi masyarakat seperti kembali kepada akar budaya dan sejarah karuhun,” katanya.
Tradisi Seba Nunuk biasanya diikuti masyarakat dari berbagai kalangan dengan membawa hasil bumi secara bersama-sama sebelum prosesi adat Nyiramkeun dilaksanakan. Selain menjadi bagian dari pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat kebersamaan warga.
Masyarakat berharap tradisi Seba Nunuk tetap terjaga dan terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai budaya serta sejarah Talaga Manggung tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Selain sarat nilai spiritual dan budaya, tradisi ini juga menjadi daya tarik tersendiri dalam memperkenalkan kekayaan adat dan kearifan lokal Kabupaten Majalengka kepada masyarakat luas.
Post a Comment for "Tradisi Seba Nunuk Masih Dilestarikan, Tomi Koesoema: Bentuk Syukur Hasil Panen dan “Ngindung” ka Talaga Manggung"