Revitalisasi Museum Talaga Manggung Mulai Digagas, Jadi Ruang Publik Kebanggaan Warga Majalengka
MAJALENGKA || Upaya revitalisasi Museum Talaga Manggung di Kabupaten Majalengka mulai digagas oleh budayawan dan tokoh masyarakat, TB. Hasanudin. Gagasan tersebut mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan pemerhati budaya .
Sebuah pertemuan yang digelar di lingkungan Museum Talaga Manggung bermaksud untuk mensosialisakan acara nyiramkeun yang biasa di laksanakan setiap tahun. Tahun ini jatuh di tanggal 3 agustus /19 safar 1144 H.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Simbar Kancana Raden Tjahya Apoen, Teten Wildan, Yeni Nuraeni, Tomy Koesoemah, serta Kepala Museum Talaga Manggung H. Nana.Beserta tokoh2 adat lain nya.
Dalam sambutannya Ketua Yayasan Simbar Kancana, Raden Tjahya Apoen menegaskan bahwa Museum Talaga Manggung harus menjadi ruang publik yang dipersembahkan untuk masyarakat Talaga dan Majalengka secara luas.
“Ini dipersembahkan oleh Talaga Manggung, kepada masyarakat Talaga, Majalengka, supaya bisa menjadi ruang publik. Musium ini dipersembahkan unt pribadi-pribadi yang memiliki kepedulian terhadap sejarah dan budaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, museum tersebut didedikasikan sebagai bentuk tanggung jawab bersama masyarakat Talaga dan warga Majalengka agar generasi mendatang tetap memiliki rasa bangga terhadap sejarah dan warisan budaya daerahnya.
Menurutnya, revitalisasi Museum Talaga Manggung bukan hanya sebatas perbaikan fisik bangunan, tetapi juga upaya menghidupkan kembali nilai sejarah, budaya, serta identitas masyarakat Talaga Manggung yang memiliki hubungan erat dengan sejarah Kerajaan Talaga Manggung.
Sementara itu, penggagas revitalisasi, TB. Hasanudin berharap bahwa museum harus menjadi pusat edukasi sejarah dan kebudayaan yang terbuka bagi masyarakat, pelajar, maupun wisatawan.
Dengan adanya revitalisasi tersebut, diharapkan Museum Talaga Manggung dapat berkembang menjadi destinasi sejarah dan budaya unggulan di Kabupaten Majalengka sekaligus memperkuat pelestarian nilai-nilai kearifan lokal Sunda.
Post a Comment for "Revitalisasi Museum Talaga Manggung Mulai Digagas, Jadi Ruang Publik Kebanggaan Warga Majalengka"