Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Semangat 81 Tahun PMI Wujudkan Melalui Lomba PMR GARDA ISTIMEWA Tingkat Madya dan Wira se-Kabupaten Purwakarta


PURWAKARTA || Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purwakarta menggelar Lomba PMR GARDA ISTIMEWA (Gerakan Aksi Relawan Muda Istimewa) tingkat Madya dan Wira se-Kabupaten Purwakarta dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke-81 tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di lapangan MAN Purwakarta, diikuti ratusan anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari berbagai sekolah tingkat SMP/MTs hingga SMA/SMK sederajat di Kabupaten Purwakarta.

Kepala PMI Kabupaten Purwakarta, Lalam Marta Kusuma, menyampaikan kegiatan Lomba PMR GARDA ISTIMEWA tidak semata-mata diarahkan untuk memperebutkan piala dan menjadi juara.

Menurut Lalam, kegiatan tersebut juga menjadi sarana silaturahmi antarpelajar, pembina PMR serta sekolah sekaligus menjadi wadah untuk melatih mental dan fisik para anggota PMR.

"Ini bukan hanya untuk mencari juara, tetapi juga menjadi momentum meningkatkan prestasi sekaligus ajang silaturahmi bagi para peserta PMR," ujar Lalam.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai sekolah tingkat SMP, SMA dan SMK di Kabupaten Purwakarta. Dalam keterangannya, Lalam menyebut jumlah keseluruhan peserta dan pendamping yang terlibat mencapai sekitar 600 orang.

Lalam berharap pembinaan PMR di sekolah terus berjalan secara aktif dan tidak berhenti setelah pelaksanaan lomba.

Ia juga mendorong para pelajar untuk terus aktif berorganisasi karena pengalaman berorganisasi dinilai penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan dan kepedulian terhadap sesama.

"Untuk para pelajar SMP maupun SMA, saya sarankan terus aktif berorganisasi. Karena dari organisasi inilah kita bisa menciptakan generasi PMI yang memiliki jiwa kemanusiaan," katanya.

Menurut Lalam, pembinaan anggota PMR juga perlu diarahkan pada kegiatan lapangan, termasuk camping dan kegiatan yang melatih kemampuan bertahan dalam kondisi tertentu.

Hal itu penting agar para anggota PMR memiliki pengalaman menghadapi berbagai situasi ketika kelak terjun menjadi relawan PMI.

"Anak-anak juga harus belajar camping di tempat-tempat tertentu. Mereka harus merasakan bagaimana sulitnya mencari air, mencari peralatan untuk memasak ketika berada di hutan atau di tempat lainnya," tuturnya.

Dengan pengalaman tersebut, lanjut Lalam, para anggota PMR diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan secara teori, tetapi juga terbiasa menghadapi kondisi lapangan.

"Jadi ketika nanti menjadi PMI, mereka sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu," katanya.

Adapun dalam Lomba PMR GARDA ISTIMEWA 2026 terdapat sejumlah kegiatan yang dirancang untuk mengasah kemampuan peserta. Salah satunya lomba evakuasi yang menekankan kecepatan, ketepatan dan kemampuan peserta dalam melakukan pertolongan.

Selain itu, terdapat pula lomba melukis di galon yang menjadi ruang bagi peserta untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan kepedulian terhadap lingkungan.

Kepala Sekolah MAN Purwakarta, Wahyudin, berpesan agar seluruh peserta menjadikan lomba sebagai proses pembelajaran, bukan hanya mengejar kemenangan.

"Berkompetisilah dengan gembira, jujur dan sportif. Jaga kekompakan tim, hormati dewan juri dan jadikan ajang ini untuk menambah saudara," pesannya.

Sementara Kepala Sekolah MAN Purwakarta, Wahyudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Purwakarta yang telah mempercayakan MAN Purwakarta sebagai tuan rumah pelaksanaan Lomba PMR GARDA ISTIMEWA 2026.

Wahyudin juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada jajaran pengurus PMI Kabupaten Purwakarta, Direktur UDD PMI Kabupaten Purwakarta dr. Fata, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, jajaran dewan guru MAN Purwakarta, para pembina PMR Madya dan Wira se-Kabupaten Purwakarta, serta dewan juri dan seluruh peserta lomba.

"Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul bersama di lapangan MAN Purwakarta dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Palang Merah Indonesia ke-81," ujar Wahyudin.

Menurutnya, 81 tahun perjalanan PMI merupakan sejarah panjang pengabdian kepada masyarakat dan kemanusiaan. 

PMI selama ini tidak hanya berperan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, tetapi juga dalam pelayanan darah serta pembinaan generasi muda melalui organisasi Palang Merah Remaja.

"81 tahun PMI mengabdi merupakan sebuah perjalanan panjang pengabdian tanpa henti untuk kemanusiaan. Dari membantu korban bencana, menjaga ketersediaan darah, hingga mencetak generasi relawan muda yang berkarakter melalui Palang Merah Remaja," katanya.

Wahyudin menilai pelaksanaan Lomba PMR GARDA ISTIMEWA menjadi salah satu bentuk nyata dalam menanamkan nilai kemanusiaan, kepedulian, kedisiplinan dan jiwa kerelawanan kepada para pelajar.

Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan mengikuti kegiatan tersebut.

"Kehadiran kalian adalah bukti bahwa jiwa kemanusiaan di Purwakarta tidak pernah padam," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyudin juga menyampaikan terima kasih kepada PMI Kabupaten Purwakarta yang telah memilih MAN Purwakarta sebagai tuan rumah kegiatan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para guru, OSIS dan PMR MAN Purwakarta yang telah memberikan dukungan, fasilitas dan pelayanan selama kegiatan berlangsung.

Setelah seluruh rangkaian persiapan dan sambutan selesai, Lomba PMR GARDA ISTIMEWA Tingkat Madya dan Wira se-Kabupaten Purwakarta dalam rangka HUT PMI ke-81 Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Kepala Sekolah MAN Purwakarta, Wahyudin.

Pada akhir kegiatan, dilakukan serah terima piagam penghargaan tuan rumah kegiatan PMR dari Kepala PMI Kabupaten Purwakarta, Lalam Marta Kusuma, kepada Kepala Sekolah MAN Purwakarta, Wahyudin, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan MAN Purwakarta dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

(De)

Post a Comment for "Semangat 81 Tahun PMI Wujudkan Melalui Lomba PMR GARDA ISTIMEWA Tingkat Madya dan Wira se-Kabupaten Purwakarta"