Mas'ud Damhuri Paparkan Konsep Pendidikan Nabi untuk Mencetak SDM Unggul dan Beriman
SERBERITA.COM || mewawancarai secara khusus H. Mas’ud Damhuri (84 tahun) seorang pengusaha yang membangun sekolah madrasah dari tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah hingga Aliyah dengan nama madrasah PUI Talaga. MI, MTs, MA PUI Talaga karena lokasi sekolah tersebut di Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Hebatnya yang bersekolah di MI, MTs, MA PUI Talaga sama sekali tidak dipungut biaya termasuk asrama siswa dan siswi. Dengan staf pengajarnya sebagai motivator dan fasilitator sehingga para peserta didik diharapkan aktif dalam proses belajar mengajar.
Menurut Mas’ud Damhuri pendidikan yang diajarkan rasulullah sangat efektif, karena telah menghasilkan sejumlah negarawan, ilmuwan hingga pesohor yang hebat. Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada umatnya bagaimana pendidikan dapat diterapkan sejak usia dini hingga di sekolah. Sejak zaman rasulullah hingga 12 abad lamanya pendidikan yang berbasis nabawiyah itu diterapkan oleh umat Islam.
Dengan bukti-bukti tersebut, maka sudah dipastikan, bahwa pendidikan paling ideal yang ada di muka bumi ini adalah pendidikan seperti yang pernah dilakukan rasulullah. Lalu yang menjadi pertanyaan, kenapa di Indonesia sangat sedikit muncul pemimpin yang berakhlakul karimah, bahkan dua dasawarsa hingga saat ini terjadi krisis multidimensi kemudian menjamurnya para pejabat dan pelaku ekonomi melakukan korupsi secara massif.
Mas’ud Damhuri menjelaskan terjadinya krisis multimedimesi seperti saat ini, dikarenakan pendidikan yang selama ini diterapkan di Indonesia, tidak berbasiskan pada pendidikan keimanan dan akhlak. “Jika tarbiyah annabawiyah atau prophetic education dapat diterapkan sejak dulu, maka dapat dipastikan generasi kita akan berperilaku baik dan tidak saling mencela serta berakhlakul karimah,”tutur Mas’ud Damhuri.
Pendidikan nasional yang diterapkan oleh bangsa Indonesia merupakan warisan dari penjajah Belanda yang sangat materialistik. Padahal ketika itu Belanda ingin melemahkan Islam melalui peperangan, seperti saat perang Aceh. Bagaimana sewaktu pihak kolonial Belanda menghadapi perjuangan rakyat Aceh dengan pimpinan para ulama Aceh yang membuat kolonial Belanda kewalahan menghadapi perjuangan yang sangat tinggi dari rakyat Aceh yang sering disebut sebagai daerah “Serambi Mekkah”.
Pejuang Aceh yang menerapkan ruhul jihad yaitu dorongan kuat, dedikasi, kesungguhan, dan keikhlasan untuk berjuang di jalan Allah (fi sabilillah). Semangat ini menjadi motor penggerak dalam melakukan kebaikan, menuntut ilmu, dan menegakkan nilai-nilai agama serta ruhul iman yaitu semangat atau kekuatan jiwa yang mendorong seseorang untuk bertakwa, meyakini Allah SWT, dan istiqomah menjalankan syariat. Istilah ini sering dimaknai sebagai energi batin yang menghidupkan dan memperkuat keimanan seorang muslim dalam menghadapi berbagai ujian di Aceh.
Jika kolonial Belanda ingin melemahkan Islam melalui jalan peperangan, maka Menurut Mas’ud saat ini banyak pihak yang ingin melemahkan Islam dari dalam. Sehingga Islam dijadikan hanya sebagai mitos saja bukannya sebagai etos. Padahal dalam Islam, etos kerja adalah pandangan bahwa bekerja keras bukan hanya untuk mencari nafkah duniawi, tetapi merupakan bentuk ibadah, amanah, dan manifestasi keimanan kepada Allah SWT. Seorang Muslim didorong untuk bekerja secara profesional guna meraih keberkahan hidup
Boleh dibilang saat ini Islam hanya sebagai simbolik semata. Karena pendidikan nasional yang tidak berbasis karakter dan akhlak , tetapi pendidikan lebih mengedepankan pendidikan yang sangat materialistik yang membuat Indonesia mengalami krisis akhlak dan juga krisis keimanan.
Keadaan itu, tentu saja tak mengherankan jika kita saat ini mengalami krisis multidimensi. Hal itu dikarenakan Islam dapat dilemahkan dari luar dan juga dari dalam. Misalnya saja, ajaran spiritual menjadi ajaran simbolik dan formalistik. Sehingga tidak mengherankan terjadi penyimpangan dan korupsi dimana-mana. “ Tentu saja hal ini terjadi karena pendidikan kita tidak berbasis akhlak dan keimanan,”tandas Mas’ud.
Sehingga dikarenakan kondisi pendidikan nasional yang tidak berlandaskan pada pendidikan akhlak dan keimanan ataupun tidak mengadopsi pendidikan seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah. Kemudian Mas’ud Damhuri sebagai pengusaha mencoba membangun sekolah madrasah dari tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah hingga Aliyah di kampungnya kecamatan Talaga. MI, MTs dan MA PUI Talaga berdiri sejak 1967, namun mulai mengubah pola pendidikannya menjadi lebih terstruktur dan terakreditasi secara baik sejak dua dasawarsa terakhir. “Sehingga sekolah yang kita bangun memiliki kurikulum penguatan akidah menjadi dominan,”ujar Mas’ud.
Menurut Mas’ud para pelajar atau mahasiswa harus diberikan pengetahuan keimanan terhadap tanda-tanda kebesaran Allah seperti pada Ayat kauniyah adalah tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang berupa alam semesta beserta seluruh hukum dan fenomena yang ada di dalamnya. Ini mencakup benda-benda langit, bumi, pergantian siang dan malam, hingga biologi manusia.
Ayat kauniyah sering juga disebut sebagai “ayat-ayat Allah yang tidak tertulis” atau bersifat empiris.
no-img
no-img
Minggu, 14 Juni 2026 | Wawancara Khusus
2637 pengunjung | 0 komentar
Mas’ud Damhuri : Korupsi Menjamur Karena Pendidikan Nasional yang Salah Arah
no-img
Publikkunews.com mewawancarai secara khusus H. Mas’ud Damhuri (84 tahun) seorang pengusaha yang membangun sekolah madrasah dari tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah hingga Aliyah dengan nama madrasah PUI Talaga. MI, MTs, MA PUI Talaga karena lokasi sekolah tersebut di Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Hebatnya yang bersekolah di MI, MTs, MA PUI Talaga sama sekali tidak dipungut biaya termasuk asrama siswa dan siswi. Dengan staf pengajarnya sebagai motivator dan fasilitator sehingga para peserta didik diharapkan aktif dalam proses belajar mengajar.
Menurut Mas’ud Damhuri pendidikan yang diajarkan rasulullah sangat efektif, karena telah menghasilkan sejumlah negarawan, ilmuwan hingga pesohor yang hebat. Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada umatnya bagaimana pendidikan dapat diterapkan sejak usia dini hingga di sekolah. Sejak zaman rasulullah hingga 12 abad lamanya pendidikan yang berbasis nabawiyah itu diterapkan oleh umat Islam.
Dengan bukti-bukti tersebut, maka sudah dipastikan, bahwa pendidikan paling ideal yang ada di muka bumi ini adalah pendidikan seperti yang pernah dilakukan rasulullah. Lalu yang menjadi pertanyaan, kenapa di Indonesia sangat sedikit muncul pemimpin yang berakhlakul karimah, bahkan dua dasawarsa hingga saat ini terjadi krisis multidimensi kemudian menjamurnya para pejabat dan pelaku ekonomi melakukan korupsi secara massif.
Mas’ud Damhuri menjelaskan terjadinya krisis multimedimesi seperti saat ini, dikarenakan pendidikan yang selama ini diterapkan di Indonesia, tidak berbasiskan pada pendidikan keimanan dan akhlak. “Jika tarbiyah annabawiyah atau prophetic education dapat diterapkan sejak dulu, maka dapat dipastikan generasi kita akan berperilaku baik dan tidak saling mencela serta berakhlakul karimah,”tutur Mas’ud Damhuri.
Pendidikan nasional yang diterapkan oleh bangsa Indonesia merupakan warisan dari penjajah Belanda yang sangat materialistik. Padahal ketika itu Belanda ingin melemahkan Islam melalui peperangan, seperti saat perang Aceh. Bagaimana sewaktu pihak kolonial Belanda menghadapi perjuangan rakyat Aceh dengan pimpinan para ulama Aceh yang membuat kolonial Belanda kewalahan menghadapi perjuangan yang sangat tinggi dari rakyat Aceh yang sering disebut sebagai daerah “Serambi Mekkah”.
Pejuang Aceh yang menerapkan ruhul jihad yaitu dorongan kuat, dedikasi, kesungguhan, dan keikhlasan untuk berjuang di jalan Allah (fi sabilillah). Semangat ini menjadi motor penggerak dalam melakukan kebaikan, menuntut ilmu, dan menegakkan nilai-nilai agama serta ruhul iman yaitu semangat atau kekuatan jiwa yang mendorong seseorang untuk bertakwa, meyakini Allah SWT, dan istiqomah menjalankan syariat. Istilah ini sering dimaknai sebagai energi batin yang menghidupkan dan memperkuat keimanan seorang muslim dalam menghadapi berbagai ujian di Aceh.
Jika kolonial Belanda ingin melemahkan Islam melalui jalan peperangan, maka Menurut Mas’ud saat ini banyak pihak yang ingin melemahkan Islam dari dalam. Sehingga Islam dijadikan hanya sebagai mitos saja bukannya sebagai etos. Padahal dalam Islam, etos kerja adalah pandangan bahwa bekerja keras bukan hanya untuk mencari nafkah duniawi, tetapi merupakan bentuk ibadah, amanah, dan manifestasi keimanan kepada Allah SWT. Seorang Muslim didorong untuk bekerja secara profesional guna meraih keberkahan hidup
Boleh dibilang saat ini Islam hanya sebagai simbolik semata. Karena pendidikan nasional yang tidak berbasis karakter dan akhlak , tetapi pendidikan lebih mengedepankan pendidikan yang sangat materialistik yang membuat Indonesia mengalami krisis akhlak dan juga krisis keimanan.
Keadaan itu, tentu saja tak mengherankan jika kita saat ini mengalami krisis multidimensi. Hal itu dikarenakan Islam dapat dilemahkan dari luar dan juga dari dalam. Misalnya saja, ajaran spiritual menjadi ajaran simbolik dan formalistik. Sehingga tidak mengherankan terjadi penyimpangan dan korupsi dimana-mana. “ Tentu saja hal ini terjadi karena pendidikan kita tidak berbasis akhlak dan keimanan,”tandas Mas’ud.
Sehingga dikarenakan kondisi pendidikan nasional yang tidak berlandaskan pada pendidikan akhlak dan keimanan ataupun tidak mengadopsi pendidikan seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah. Kemudian Mas’ud Damhuri sebagai pengusaha mencoba membangun sekolah madrasah dari tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah hingga Aliyah di kampungnya kecamatan Talaga. MI, MTs dan MA PUI Talaga berdiri sejak 1967, namun mulai mengubah pola pendidikannya menjadi lebih terstruktur dan terakreditasi secara baik sejak dua dasawarsa terakhir. “Sehingga sekolah yang kita bangun memiliki kurikulum penguatan akidah menjadi dominan,”ujar Mas’ud.
Menurut Mas’ud para pelajar atau mahasiswa harus diberikan pengetahuan keimanan terhadap tanda-tanda kebesaran Allah seperti pada Ayat kauniyah adalah tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang berupa alam semesta beserta seluruh hukum dan fenomena yang ada di dalamnya. Ini mencakup benda-benda langit, bumi, pergantian siang dan malam, hingga biologi manusia.
Ayat kauniyah sering juga disebut sebagai “ayat-ayat Allah yang tidak tertulis” atau bersifat empiris.
Ayat Kauniyah menerangkan tentang objek pengamatan seperti langit, gunung, laut, bintang, flora, fauna, hingga siklus penciptaan manusia. Hal itu dilakukan untuk mendorong manusia untuk berpikir kritis, melakukan observasi ilmiah, dan merenungkan atau mentadabburi ciptaan-Nya untuk memperkuat keimanan.
Ayat kauniyah di Al Qur’an dDiperkirakan terdapat sekitar 750 hingga 800 ayat yang secara spesifik menyinggung fenomena alam
Menerapkan pendidikan Nabi atau pendidikan nabawiyah tidak harus mengubah kurikulum ataupun tidak perlu adanya kurikulum baru untuk menerapkan pendidikan nabawiyah. Namun yang harus dilakukan adalah semua materi pelajaran harus ada penguatan akidah seperti matematika , fisika dan bahasa Indonesia dengan konsep dalil aqli dan naqli.
Dalil aqli adalah argumen atau bukti kebenaran yang didasarkan pada akal pikiran dan logika manusia. Dalam kajian Islam, dalil ini digunakan untuk memahami hukum, menjelaskan fenomena, serta melengkapi dalil naqli (Al-Qur’an dan Hadis) yang bersifat mutlak
no-img
Minggu, 14 Juni 2026 | Wawancara Khusus
2637 pengunjung | 0 komentar
Mas’ud Damhuri : Korupsi Menjamur Karena Pendidikan Nasional yang Salah Arah
no-img
Publikkunews.com mewawancarai secara khusus H. Mas’ud Damhuri (84 tahun) seorang pengusaha yang membangun sekolah madrasah dari tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah hingga Aliyah dengan nama madrasah PUI Talaga. MI, MTs, MA PUI Talaga karena lokasi sekolah tersebut di Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Hebatnya yang bersekolah di MI, MTs, MA PUI Talaga sama sekali tidak dipungut biaya termasuk asrama siswa dan siswi. Dengan staf pengajarnya sebagai motivator dan fasilitator sehingga para peserta didik diharapkan aktif dalam proses belajar mengajar.
Menurut Mas’ud Damhuri pendidikan yang diajarkan rasulullah sangat efektif, karena telah menghasilkan sejumlah negarawan, ilmuwan hingga pesohor yang hebat. Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada umatnya bagaimana pendidikan dapat diterapkan sejak usia dini hingga di sekolah. Sejak zaman rasulullah hingga 12 abad lamanya pendidikan yang berbasis nabawiyah itu diterapkan oleh umat Islam.
Dengan bukti-bukti tersebut, maka sudah dipastikan, bahwa pendidikan paling ideal yang ada di muka bumi ini adalah pendidikan seperti yang pernah dilakukan rasulullah. Lalu yang menjadi pertanyaan, kenapa di Indonesia sangat sedikit muncul pemimpin yang berakhlakul karimah, bahkan dua dasawarsa hingga saat ini terjadi krisis multidimensi kemudian menjamurnya para pejabat dan pelaku ekonomi melakukan korupsi secara massif.
Mas’ud Damhuri menjelaskan terjadinya krisis multimedimesi seperti saat ini, dikarenakan pendidikan yang selama ini diterapkan di Indonesia, tidak berbasiskan pada pendidikan keimanan dan akhlak. “Jika tarbiyah annabawiyah atau prophetic education dapat diterapkan sejak dulu, maka dapat dipastikan generasi kita akan berperilaku baik dan tidak saling mencela serta berakhlakul karimah,”tutur Mas’ud Damhuri.
Pendidikan nasional yang diterapkan oleh bangsa Indonesia merupakan warisan dari penjajah Belanda yang sangat materialistik. Padahal ketika itu Belanda ingin melemahkan Islam melalui peperangan, seperti saat perang Aceh. Bagaimana sewaktu pihak kolonial Belanda menghadapi perjuangan rakyat Aceh dengan pimpinan para ulama Aceh yang membuat kolonial Belanda kewalahan menghadapi perjuangan yang sangat tinggi dari rakyat Aceh yang sering disebut sebagai daerah “Serambi Mekkah”.
Pejuang Aceh yang menerapkan ruhul jihad yaitu dorongan kuat, dedikasi, kesungguhan, dan keikhlasan untuk berjuang di jalan Allah (fi sabilillah). Semangat ini menjadi motor penggerak dalam melakukan kebaikan, menuntut ilmu, dan menegakkan nilai-nilai agama serta ruhul iman yaitu semangat atau kekuatan jiwa yang mendorong seseorang untuk bertakwa, meyakini Allah SWT, dan istiqomah menjalankan syariat. Istilah ini sering dimaknai sebagai energi batin yang menghidupkan dan memperkuat keimanan seorang muslim dalam menghadapi berbagai ujian di Aceh.
Jika kolonial Belanda ingin melemahkan Islam melalui jalan peperangan, maka Menurut Mas’ud saat ini banyak pihak yang ingin melemahkan Islam dari dalam. Sehingga Islam dijadikan hanya sebagai mitos saja bukannya sebagai etos. Padahal dalam Islam, etos kerja adalah pandangan bahwa bekerja keras bukan hanya untuk mencari nafkah duniawi, tetapi merupakan bentuk ibadah, amanah, dan manifestasi keimanan kepada Allah SWT. Seorang Muslim didorong untuk bekerja secara profesional guna meraih keberkahan hidup
Boleh dibilang saat ini Islam hanya sebagai simbolik semata. Karena pendidikan nasional yang tidak berbasis karakter dan akhlak , tetapi pendidikan lebih mengedepankan pendidikan yang sangat materialistik yang membuat Indonesia mengalami krisis akhlak dan juga krisis keimanan.
Keadaan itu, tentu saja tak mengherankan jika kita saat ini mengalami krisis multidimensi. Hal itu dikarenakan Islam dapat dilemahkan dari luar dan juga dari dalam. Misalnya saja, ajaran spiritual menjadi ajaran simbolik dan formalistik. Sehingga tidak mengherankan terjadi penyimpangan dan korupsi dimana-mana. “ Tentu saja hal ini terjadi karena pendidikan kita tidak berbasis akhlak dan keimanan,”tandas Mas’ud.
Sehingga dikarenakan kondisi pendidikan nasional yang tidak berlandaskan pada pendidikan akhlak dan keimanan ataupun tidak mengadopsi pendidikan seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah. Kemudian Mas’ud Damhuri sebagai pengusaha mencoba membangun sekolah madrasah dari tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah hingga Aliyah di kampungnya kecamatan Talaga. MI, MTs dan MA PUI Talaga berdiri sejak 1967, namun mulai mengubah pola pendidikannya menjadi lebih terstruktur dan terakreditasi secara baik sejak dua dasawarsa terakhir. “Sehingga sekolah yang kita bangun memiliki kurikulum penguatan akidah menjadi dominan,”ujar Mas’ud.
Menurut Mas’ud para pelajar atau mahasiswa harus diberikan pengetahuan keimanan terhadap tanda-tanda kebesaran Allah seperti pada Ayat kauniyah adalah tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang berupa alam semesta beserta seluruh hukum dan fenomena yang ada di dalamnya. Ini mencakup benda-benda langit, bumi, pergantian siang dan malam, hingga biologi manusia.
Ayat kauniyah sering juga disebut sebagai “ayat-ayat Allah yang tidak tertulis” atau bersifat empiris.
Ayat Kauniyah menerangkan tentang objek pengamatan seperti langit, gunung, laut, bintang, flora, fauna, hingga siklus penciptaan manusia. Hal itu dilakukan untuk mendorong manusia untuk berpikir kritis, melakukan observasi ilmiah, dan merenungkan atau mentadabburi ciptaan-Nya untuk memperkuat keimanan.
Ayat kauniyah di Al Qur’an dDiperkirakan terdapat sekitar 750 hingga 800 ayat yang secara spesifik menyinggung fenomena alam
Menerapkan pendidikan Nabi atau pendidikan nabawiyah tidak harus mengubah kurikulum ataupun tidak perlu adanya kurikulum baru untuk menerapkan pendidikan nabawiyah. Namun yang harus dilakukan adalah semua materi pelajaran harus ada penguatan akidah seperti matematika , fisika dan bahasa Indonesia dengan konsep dalil aqli dan naqli.
Dalil aqli adalah argumen atau bukti kebenaran yang didasarkan pada akal pikiran dan logika manusia. Dalam kajian Islam, dalil ini digunakan untuk memahami hukum, menjelaskan fenomena, serta melengkapi dalil naqli (Al-Qur’an dan Hadis) yang bersifat mutlak
Mas’ud Damhuri memaparkan, bahwa pendidikan karakter ala Nabi Muhammad SAW berpusat pada pembentukan akhlak mulia melalui pendekatan cinta kasih, keteladanan langsung, dan penanaman nilai spiritual sejak dini. Rasulullah mengintegrasikan kecerdasan intelektual, moral, dan sosial dengan pondasi utama empat sifat yang diterapkan semasa hidupnya yaitu : shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan wahyu/kebenaran), dan fathanah (cerdas)
Dengan menanamkan keimanan yang kuat dan menanamkan perilaku akhlak yang baik, sehingga akan muncul kejujuran, tidak boleh bohong ataupun mengejek serta merendahkan orang lain. Semangat kegotong royongan dan juga terbangun pribadi yang cerdas dan berintegritas. Dengan adanya keimanan dan juga membangun manusia cerdas dan berintegritas, maka pada gilirannya akan memiliki keberanian dalam pengambilan keputusan dan berani mengambil risiko, serta tidak mempunyai jiwa peragu dan ketakutan dalam kehidupannya. Orang beriman selalu ingin berbuat baik dan beramal soleh.
Madrasah Aliyah PUI Talaga sudah berhasil meluluskan siswanya untuk melanjutkan kuliah di sejumlah pergutuan tinggi negeri ternama , seperti diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Universitas Padjadjaran Bandung, Universitas Negeri Soedriman (Unsoed) Puwokerto, Universitas Brawijaya Malang, Unes Semarang, Unem Malang, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin Makassar, dan Universitas Siliwangi Tasikmalaya.
Lulusan dari MA PUI Talaga secara kualitas tidak kalah dengan sekolah lain yang sudah menjadi unggulan seperti SMA Negeri karena MA PUI Talaga sudah berbasis akhlakul karimah dan keimanan sejak didirikan tahun 1967 dan sudah menerapkan pendidikan berbasis nabi. Selain itu di madrasah PUI Talaga juga diajarkan kearifan lokal.
Post a Comment for "Mas'ud Damhuri Paparkan Konsep Pendidikan Nabi untuk Mencetak SDM Unggul dan Beriman"