Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Usai Bertugas, Paskibraka Purwakarta Dituntut Tularkan Nilai Pancasila ke Sekolah

PURWAKARTA – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Purwakarta tahun 2026 tidak hanya menjalankan tugas dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah menjalankan tugasnya, mereka juga dipersiapkan sebagai Duta Bela Negara dan Duta Pancawaluya.

Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Agama, Tanti Rozida, S.Sos, mengatakan kebijakan tersebut menjadi salah satu pembaruan dalam pembinaan Paskibraka di Kabupaten Purwakarta.

Menurut Tanti, para anggota Paskibraka tahun ini mendapatkan tugas tambahan sebagai duta yang diharapkan mampu menjadi contoh atau role model bagi generasi muda lainnya.

“Sekarang kita sudah berbeda dengan tahun sebelumnya. Anak-anak Paskibraka ini diberikan tugas tambahan sebagai Duta Bela Negara dan Duta Pancawaluya. Ini baru ada di Purwakarta, belum ada di daerah lain di Indonesia,” ujar Tanti.

Ia menjelaskan, proses seleksi Paskibraka dilakukan secara ketat. Dari sekitar 600 pendaftar, hanya 54 pelajar yang akhirnya terpilih. Dari jumlah tersebut, dua orang mewakili Purwakarta ke tingkat provinsi, sementara 52 orang menjalankan tugas di tingkat kabupaten.

Tanti menilai proses seleksi tersebut menunjukkan bahwa para anggota Paskibraka merupakan pelajar pilihan yang memiliki potensi besar untuk menjadi teladan.

“Anak-anak ini sebenarnya adalah anak Pancawaluya, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, tur singer,” katanya.

Konsep Pancawaluya tersebut, lanjut Tanti, sejalan dengan kebijakan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein yang mendorong lahirnya generasi muda dengan karakter kuat, memahami ideologi Pancasila, memiliki wawasan kebangsaan serta kesadaran bela negara.

Selama menjalani pendidikan Paskibraka, para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, bela negara serta berbagai nilai karakter positif.

“Anak-anak ini adalah role model, contoh bagi generasi muda yang lain. Mereka memiliki pemahaman ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, kesadaran bela negara, disiplin, tanggung jawab dan karakter-karakter mulia lainnya yang diajarkan selama pendidikan Paskibraka,” jelasnya.

Tugas para Paskibraka tidak berhenti setelah pelaksanaan upacara. Setelah kembali ke sekolah masing-masing, mereka akan menjalankan peran sebagai Duta Bela Negara dan Duta Pancawaluya.

Mereka nantinya diharapkan masuk ke ruang-ruang kelas dan menyampaikan berbagai pengetahuan serta pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pendidikan Paskibraka.

“Pendidikan ini bukan hanya untuk mereka, tetapi harus disampaikan kepada seluruh anak, supaya menyebar. Nilai-nilai kebaikan dari pendidikan yang mereka dapat harus ditularkan kepada semua anak di Purwakarta,” tutur Tanti.

Menurutnya, peran tersebut penting untuk memperkuat kembali pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila.

Ia berharap para anggota Paskibraka mampu mengajak teman-temannya untuk kembali mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Diharapkan anak-anak inilah yang nanti mengajak teman-temannya untuk kembali kepada Pancasila. Karena tidak ada solusi lain untuk bangsa ini selain kembali kepada Pancasila,” tegasnya.

Tanti mengatakan, keberadaan Duta Bela Negara dan Duta Pancawaluya ke depan akan terus dievaluasi dan dipantau. Pemerintah ingin memastikan para duta tersebut benar-benar menjalankan perannya di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Anak-anak ini akan kita pantau pergerakannya, bagaimana mereka menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Untuk angkatan berikutnya, khususnya Paskibraka tahun 2027, Tanti berharap program tersebut dapat berjalan lebih matang. Para anggota Paskibraka generasi berikutnya juga diharapkan mendapatkan informasi dan pengalaman dari para seniornya.

“Untuk tahun 2027 tentunya harus lebih baik. Mereka bisa mendapatkan informasi-informasi yang baik dari seniornya yang sekarang, sehingga program ini terus berkembang,” katanya.

Ia menambahkan, program Duta Bela Negara dan Duta Pancawaluya tersebut nantinya akan diperkuat melalui regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbup).

Saat ini, pengangkatan mereka sebagai duta masih berdasarkan keputusan dan kebijakan Bupati Purwakarta. Ke depan, pemerintah daerah akan menyusun aturan yang lebih jelas mengenai mekanisme, tugas, tanggung jawab serta peran para duta.

“Program tentang Duta Bela Negara dan Duta Pancasila ini akan lebih matang lagi karena nantinya akan diperbupkan. Sekarang baru keputusan Bupati yang melantik mereka. Ke depan, aturan dan tugas-tugas yang harus dijalankan akan diperjelas supaya menjadi lebih baik,” pungkas Tanti.

Dengan pola pembinaan tersebut, Paskibraka Purwakarta diharapkan tidak hanya dikenal sebagai pasukan pengibar bendera, tetapi juga menjadi agen penggerak nilai-nilai kebangsaan dan karakter Pancawaluya di kalangan pelajar serta generasi muda. (Iman Adri)

Post a Comment for "Usai Bertugas, Paskibraka Purwakarta Dituntut Tularkan Nilai Pancasila ke Sekolah"