Anggaran Fantastis Hasil Minimalis: Proyek Gapura Purwakarta Rp587 Juta Diduga Asal-Asalan
PURWAKARTA – Proyek Pemeliharaan Gapura Kota yang digarap oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Purwakarta kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Proyek yang menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah tersebut dinilai memiliki spesifikasi pekerjaan yang memprihatinkan dan terkesan terbengkalai di lapangan.
Berdasarkan data yang dihimpun, proyek ini berjalan berdasarkan Nomor Pesanan EP-DWWE96PB42H785N6EQ211ZKJ tertanggal 2 Juli 2026. Pekerjaan konstruksi yang masuk dalam etalase produk pemeliharaan ini mengikat kontrak resmi dengan nomor 17/SPK/PPK-Pemel Gapura Kota/DISPERKIM/VII/2026.
Sesuai Papan Informasi Anggaran yang terpampang di lokasi, Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengalokasikan total anggaran yang cukup fantastis untuk pemeliharaan ini, yaitu sebesar Rp587.939.809,00 (Lima Ratus Delapan Puluh Tujuh Juta Sembilan Ratus Tiga Puluh Sembilan Ribu Delapan Ratus Sembilan Rupiah).
Bertindak sebagai pihak pelaksana atau kontraktor dalam proyek ini adalah CV. ARSYILA KUSUMA WIJAYA, dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender. Namun, memasuki bulan September, kondisi fisik di lapangan justru memicu pertanyaan besar dari warga dan pemerhati kebijakan publik.
Alih-alih mempercantik estetika gerbang masuk kota, kualitas pengerjaan proyek dinilai sama sekali tidak sebanding dengan nilai kontrak yang mendekati angka 600 juta rupiah tersebut.
Keluhan senada disampaikan oleh Rihan (45), salah seorang warga yang sehari-hari melintasi area pembangunan tersebut saat berangkat kerja. Ia menyayangkan pengerjaan proyek yang dinilai amburadul dan tidak profesional.
"Kami sebagai warga sangat kecewa. Uang rakyat ratusan juta habis, tapi hasilnya seperti ini. Ada bagian yang sudah dipasang terus dibongkar lagi, terkesan asal-asalan seperti tidak ada gambar atau perencanaan yang matang sebelumnya. Pekerja di lokasi juga jarang terlihat konsisten, jadi kesannya malah terbengkalai dan mengotori pemandangan kota," ujar Rihan dengan nada kecewa kepada awak media, Senin (7/9/2026).
Poin Perbaikan Utama:
Kondisi pengerjaan proyek ini tampak semrawut, padahal lokasinya berada di jalur protokol menuju Patung Badak Situ Buleud, yang merupakan destinasi wisata pusat kota sekaligus magnet bagi pengunjung luar daerah. Terlebih lagi, jarak antara bibir aspal dengan tumpukan material proyek serta bongkaran bangunan hanya berkisar 10 sentimeter. Penyempitan lahan akibat material yang berserakan ini dinilai sangat membahayakan keselamatan para pengendara dan pejalan kaki yang melintas.
Hingga berita ini diturunkan, masih berupaya meminta klarifikasi lebih lanjut dari pihak Disperkim Kabupaten Purwakarta maupun perwakilan CV. Arsyila Kusuma Wijaya terkait progres realisasi pekerjaan dan teknis spesifikasi yang dikeluhkan oleh masyarakat.
(Yos)
Post a Comment for "Anggaran Fantastis Hasil Minimalis: Proyek Gapura Purwakarta Rp587 Juta Diduga Asal-Asalan"