Diduga Tolak Izin Turnamen Amazone Cup, Lurah Purwamekar Memicu Kekecewaan Warga
SERBERITA.COM || Turnamen sepak bola antar-RW, Amazone Cup, yang digadang-gadang menjadi ajang perayaan HUT RI ke-81 di Kelurahan Purwamekar, Kecamatan Purwakarta, terancam batal digelar. Hal ini terjadi setelah Lurah Purwamekar, Deni Rosdian, SE., diduga enggan memberikan restu dan izin pelaksanaan kegiatan dengan dalih kekhawatiran terhadap faktor keamanan wilayah.
Penolakan tersebut langsung memicu reaksi keras dan kekecewaan mendalam dari pihak panitia serta pemuda setempat. Pasalnya, dalam rekam jejak lima tahun terakhir, Amazone Cup dikenal sebagai salah satu turnamen sepak bola paling ramai dan dinanti oleh warga setelah kompetisi Pasopati.
Kegiatan ini dinilai bukan sekadar hiburan, melainkan ruang positif bagi pemuda dalam menyambut momentum agustusan.
Benturan Izin dan Alasan Keamanan
Pihak panitia menyayangkan sikap kaku dari pihak kelurahan. Menurut mereka, menjaga keamanan dan ketertiban dalam kegiatan olahraga lokal seperti ini merupakan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat, bukan alasan untuk mematikan kreativitas warga.
"Ini kan turnamen antar-RW dan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan, kenapa izinnya justru dipersulit? Padahal esensi dari giat sepak bola agustusan adalah gotong royong warga, termasuk dalam menjaga kondusivitas bersama," ujar salah satu perwakilan panitia saat dihubungi hari ini, Rabu (15/7/2026).
*Momentum Emas Persipo dan Askab Terbuang*
Kekecewaan panitia semakin mendalam mengingat turnamen tahun ini sebenarnya memiliki momentum besar untuk mengangkat nama daerah Purwamekar di kancah sepak bola lokal. Turnamen ini turut dimotori oleh Rizki NF, sosok pemuda setempat yang kini aktif menjabat sebagai pengurus Persipo (Persatuan Sepak Bola Indonesia Purwakarta) sekaligus Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI.
Kehadiran figur pengurus resmi sepak bola daerah ini dinilai panitia sebagai jaminan bahwa turnamen akan berjalan profesional, sekaligus menjadi ajang pemantauan bakat (scouting). Namun, pihak kelurahan terkesan menutup mata dan dinilai kurang menunjukkan respek terhadap potensi besar tersebut.
Lurah Absen dalam Audiensi
Sebelumnya, sempat tersiar kabar bahwa pihak kelurahan dan panitia akan menggelar musyawarah atau audiensi bersama pihak terkait pada Rabu (15/7/2026) malam untuk mencari jalan keluar. Namun, saat acara dilaksanakan, Lurah Purwamekar justru tidak hadir di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, Lurah Purwamekar, Deni Rosdian, SE., belum memberikan tanggapan resmi saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan WhatsApp. Di sisi lain, warga dan panitia masih berharap pihak Kelurahan Purwamekar mau membuka ruang dialog demi mencari solusi terbaik, agar tradisi pesta olahraga agustusan di Purwamekar tidak mati total.
(Yoseph)
Post a Comment for "Diduga Tolak Izin Turnamen Amazone Cup, Lurah Purwamekar Memicu Kekecewaan Warga"