Nikah Massal Semarakkan Hari Jadi Purwakarta, Tajug Istimewa Nusantara Perumahan Hunian Warisan Bangsa Jadi Saksi Delapan Pasangan Resmi Menikah
PURWAKARTA || Tajug Istimewa Nusantara yang berada di kawasan Perumahan Hunian Warisan Bangsa (HWB), Desa Karangmukti, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, menjadi lokasi pelaksanaan nikah massal dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Purwakarta dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kebahagiaan tersebut dihadiri oleh perwakilan manajemen dan tim marketing Hunian Warisan Bangsa (HWB), unsur Muspika Kecamatan Bungursari, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta keluarga mempelai yang turut mengantar pasangan pengantin dari desa masing-masing.
Pelaksanaan nikah massal di Tajug Istimewa Nusantara merupakan hasil kesepakatan bersama antara tokoh masyarakat, Pemerintah Kecamatan Bungursari, serta para kepala desa yang menginginkan agar kegiatan sosial dan keagamaan tersebut digelar di lingkungan perumahan Hunian Warisan Bangsa (HWB).
Selain menjadi rangkaian peringatan hari jadi daerah, kegiatan ini juga diharapkan menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pengembang perumahan dalam menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat.
Perwakilan Marketing Hunian Warisan Bangsa (HWB), Nanang, mengaku sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya sehingga Tajug Istimewa Nusantara dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan nikah massal.
"Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan nikah massal ini di Tajug Istimewa Nusantara yang berada di kawasan Hunian Warisan Bangsa. Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat," ujar Nanang.
Nanang mengatakan, antusiasme masyarakat mengikuti program nikah massal ternyata sangat tinggi. Semula panitia hanya menargetkan lima pasangan pengantin, namun karena tingginya minat masyarakat, jumlah peserta bertambah menjadi delapan pasangan.
"Awalnya kami hanya menyiapkan untuk lima pasangan, namun karena antusias masyarakat sangat besar akhirnya bertambah menjadi delapan pasangan pengantin yang mengikuti nikah massal," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Nanang juga memaparkan perkembangan pembangunan Hunian Warisan Bangsa (HWB) yang mulai dibangun sejak Februari 2026.
Menurutnya, proyek perumahan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Dari sekitar 2.000 unit yang dipasarkan, sebagian besar telah terjual, sementara progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 70 persen.
Selain pembangunan rumah, pihak pengembang juga terus melengkapi berbagai fasilitas penunjang, termasuk pembangunan deretan ruko serta fasilitas lainnya guna menunjang kebutuhan penghuni.
"Kami terus membangun berbagai fasilitas tambahan. Namun prioritas utama kami tetap menghadirkan rumah yang layak huni bagi masyarakat yang belum memiliki tempat tinggal," katanya.
Nanang menambahkan, Hunian Warisan Bangsa hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang selama ini masih mengontrak rumah.
Menurutnya, dibandingkan terus mengeluarkan biaya sewa setiap bulan, masyarakat memiliki kesempatan untuk memiliki rumah sendiri dengan sistem pembayaran yang ringan dan harga yang terjangkau.
"Kami mengajak masyarakat yang hingga saat ini belum memiliki rumah agar memanfaatkan kesempatan ini. Hunian Warisan Bangsa telah menyiapkan rumah-rumah yang nyaman, cantik, dan luas dengan harga yang terjangkau sehingga masyarakat bisa memiliki rumah sendiri untuk keluarganya," pungkas Nanang.
Post a Comment for "Nikah Massal Semarakkan Hari Jadi Purwakarta, Tajug Istimewa Nusantara Perumahan Hunian Warisan Bangsa Jadi Saksi Delapan Pasangan Resmi Menikah"